Menu Tutup

Menparekraf Kecam Penggunaan Flare di Foto Prewedding yang Picu Kebakaran Bukit Teletubbies Bromo

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengaku geram atas insiden kebakaran padang rumput Bukit Teletubbies di kawasan Gunung Bromo akibat kegiatan foto prewedding, Rabu (6/9/2023) lalu. Kebakaran ini dinilai karena kecerobohan pengunjung yang menggunakan flare untuk kepentingan foto prewedding di kawasan wisata tersebut. "Ini kami sangat sangat prihatin. Dan selain prihatin kami juga geram juga ya, karena kita begitu sulitnya menjaga alam kita. Dan kita betul betul sedang mengedepankan pariwisata yang berkelanjutan," ucap Sandi di Kantor Kemenparekraf, Senin (11/9/2023).

"Mungkin niatnya itu membuat konten yang menarik, tapi tidak memikirkan dampak yang luar biasa karena kecerobohan," sambungnya. Sandi melanjutkan, sudah menjadi keharusan setiap pelaku pariwisata untuk mengedepankan prinsip CHSE dalam setiap kegiatannya. CHSE sendiri merupakan singkatan dari Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan).

Dalam kesempatan tersebut, Sandi juga menyerahkan proses hukum para pelaku yang terlibat dalam insiden kebakaran di TNBTS kepada pihak yang berwenang, dan dihukum sesuai dengan Undang Undang yang berlaku. BUKAN Buat Keluarga, Lansia Wariskan Harta Rp 442 Miliar untuk Kucing & Anjingnya: Mereka Menemaniku TAJIR! Harta Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman Capai Miliaran Rupiah, Segini Total dan Rinciannya

Profil dan Harta Sabilul Alif, Wakapolda Banten yang Punya Kekayaan Rp15 Miliar, Ini Rinciannya Punya Harta Berlimpa, Pantas Saja Krisdayanti Enteng Berikan Warisan Berlian pada Sang Cucu Ameena Berencana Bangun Rusun Baru untuk Warga Eks Kampung Bayam, Pj Gubernur Heru Budi Dinilai Pro Rakyat

Marshanda Anggap Pria Hanya sebagai Pelengkap setelah Terbiasa Sendiri Kunci Jawaban IPA Kelas 9 SMP Halaman 48 dan 49: Uji Kompetensi Uraian Halaman all "Jadi ini sangat kita sayangkan dan kita pastikan untuk tidak terulang lagi. Tentunya selain sanksi hukum pidana, juga ada sanksi lainnya," papar Sandi.

"Kita juga harus mensosialisasikan kepada seluruh wedding organizer tapi juga konten kreator dalam membuat suatu konten, pastikan aspek CHSE terjaga," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *